Terimakasih ! Selamat Datang di BlogSite MGMP IPA Ponorogo - Pusat Pengembangan Inovasi Pembelajaran
RUANG INFORMASI - RUANG INFORMASI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Untuk Guru IPA SMP/Mts Kab. Ponorogo silakan kirim tulisan/artikel anda ke
e-mail mgmp_ipa_ponorogo@yahoo.com
untuk diposting ke blog kita tercinta....
Indahnya Berbagi

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kurikulum "titipan" "REPOT MEMBAWA NIKMAT"

Diakui, atau tidak sekarang musimnya kurikulum “titipan” ambil contoh saja misalnya pendidikan karakter, pendidikan lingkungan (PuP3B),IMTAQ, HAM, lalu lintas, KKN dan mungkin akan terus bertambah, seberapa muat kurikulum kita mendapat “titipan” (baca: integrasi) tersebut ?,

Sebenarnya tanpa “dititipi” , dalam praktek pembelajaran kita sebagai pengajar sekaligus pendidik sudah sering memasukkan nilai-nilai tersebut, tanpa harus diintegrasikan dalam kurikulum misalnya dalam hal karakter yang lebih banyak bicara masalah budi pekerti, juga mengenai lingkungan (pendidikan yang berwawasan lingkungan). Tapi kadang “yang punya kebijakan” atau yang “berkepentingan untuk membuat kebijakan” punya alasan tersendiri, sehingga integrasi adalah hal yang paling mudah untuk di implementasikan.

Materi-materi “titipan” tersebut, tentunya secara tidak langsung sudah sejak lama terdapat di dalam kurikulum atau materi di sekolah, hanya kita sebagai guru bagaimana memaksimalkan keberadaan materi tersebut. salah satu contohnyanya dalam bidang studi IPA.

Didalam pembelajaran IPA (contohnya), mungkin lebih membawa makna tersendiri bagi peserta didik karena mereka lebih dilibatkan langsung pada praktik di lapangan/lingkungan dan dapat mencari tahu serta menemukan sendiri fenomena-fenomena alam yang ada di lingkungan. Sehingga dalam hal ini pendidik tidak hanya memberi materi dari textbook saja tetapi dapat menghadirkan fenomena alam dalam kelas. Contoh lain, pendidik membawa alat-alat peraga yang berhubungan dengan tema yang akan dibahas sehingga peserta didik bisa lebih memahami materi yang disampaikan. Selain dengan menghadirkan langsung fenomena alam di dalam kelas, pembelajaran IPA dapat juga dilakukan dengan mengajak peserta didik langsung melakukan eksplorasi lingkungan ,bisa dalam bentuk pengenalan lingkungan sekitar misalnya saja pergi ke sawah. Di sawah peserta didik bisa mempelajari semua materi pelajaran yang ada. Misalnya, untuk mempelajari IPA bisa dikenalkan dengan cara perkembangbiakan tanaman.

Model pembelajaran lingkungan ini tidak hanya dengan model seperti di atas. Sekolah dengan media lingkungan terbatas dapat melakukannya dengan pemutaran film atau CD tentang lingkungan, membuat kliping bencana alam, mendaur ulang limbah rumah tangga. Namun yang paling penting, jika pendidik hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA, sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA, lingkungan, sosial dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Dengan mengaitkan serta mengaplikasikan pendidikan IPA ke materi-materi “titipan tersebut, diharapkan ada keterpaduan proses pembelajaran. Demikian juga untuk mata pelajaran yang lain seperti Agama, PKn, IPS dan lainya, apa itu tidak cukup ? mungkin itu lebih dari sekedar INTEGRASI. Hanya saja kita akui memang secara tertulis /administratif (Silabus, RPP dan perangkat pembelajaran yang lain) masih perlu dikondisikan. Gimana………wah.. kok malah tambah repot….ya ?….semoga saja …..”REPOT MEMBAWA NIKMAT”
by : mas prap's (admin blog)

1 komentar:

harto mengatakan...

Harusnya...begitu.....tapi biar kita ada kegiatan....ya...harus ada perubahan...silabus, RPP, Indikator dll....kalo ndak gitu ndak ada workshop....gitu

Posting Komentar


Konsultasi Kesehatan

KOMENTAR

PENGUNJUNG

Link

ADMIN

ALAMAT EMAIL MGMP

mgmp_ipa_ponorogo@yahoo.com
 
MGMP IPA PONOROGO © 2006 All right reserved │ Design By Mas Prap's Shaggil.Com.Studio's