Terimakasih ! Selamat Datang di BlogSite MGMP IPA Ponorogo - Pusat Pengembangan Inovasi Pembelajaran
RUANG INFORMASI - RUANG INFORMASI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Untuk Guru IPA SMP/Mts Kab. Ponorogo silakan kirim tulisan/artikel anda ke
e-mail mgmp_ipa_ponorogo@yahoo.com
untuk diposting ke blog kita tercinta....
Indahnya Berbagi

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wacana Baru Pengelolaan Kurikulum

Dari situs web site Kemendiknas---Untuk mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah diimplementasikan sampai tahun ajaran ini. Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, kurikulum tersebut tengah dikaji ulang untuk disempurnakan. "Akan ada pembagian pengelolaan kurikulum mata pelajaran antara pusat dengan daerah," ujarnya Jumat (7/5) di Jakarta.

Ada lima mata pelajaran umum akan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional yakni Bahasa Indonesia, matematika, pendidikan kewarganegaraan (PKn), pendidikan sejarah, dan pendidikan agama. ¨Itu bukan mengurangi lingkup otonomi sekolah dalam pengelolan kurikulum, tapi terlebih dikarenakan kelima pelajaran ini yang menjadikan kita rekat secara nasional. Jadi akan tetap diserahkan pengelolaan kurikulumnya pada pemerintah pusat. Paling hanya pendekatan penyampaian materinya saja yang diberikan otonomi," ujarnya.

Lalu, tiga mata pelajaran yang diserahkan pengelolaan kurikulumnya kepada pemerintah daerah yakni Bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam (IPA), dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). ¨Sehingga nantinya sekolah-sekolah yang ada di kabupaten/kota dapat lebih mengeksplore potensi-potensi daerahnya untuk bisa dimasukkan dalam bahan ajaran," tutur Menteri Nuh. Kajian ini akan difinalkan.

Selengkapnya...

Sertifikasi Guru 2011

Panitia Sertifikasi Guru Rayon 15 UM

Ada beberapa guru yang bertanya pada kami mengenai bagaimana Sertifikasi Guru 2011. Memang terdapat perubahan pola pelaksanaannya, dimana sekarang guru bisa memilih apakah melalui pola PSPL (Pemberian Sertifikat Pendidik Secara Langsung, atau yang dikenal dengan verifikasi dokumen), pola Portofolio, atau pola PLPG. Secara nasional kuota guru yang disertifikasi sebesar 300.000 guru, dan hanya 1% yang diberi kesempatan menyusun portofolio atau melalui jalur langsung.Berikut ini alur pelaksanaannya:

FlowSergu2011

Dengan demikian bisa dikatakan guru akan diarahkan melalui jalur PLPG mengingat hasil evaluasi Balitbang Diknas bahwa kualitas guru yang lulus PLPG lebih baik dari yang lulus melalui jalur portofolio.

Bagi yang memilih jalur PF, ada tes awal untuk menentukan kelayakan. Bila berhasil maka diberi kesempatan menyusun PF, bila gagal tes maka diikutkan PLPG. Bila skor PF di atas batas kelulusan maka ada verifikasi ulang untuk melihat apakah PF yang disusun sudah benar (sesuai dengan kenyataan guru). Bila tidak lolos verifikasi maka diikutkan PLPG. Bila skor PF di bawah batas kelulusan, maka seperti tahun lalu, akan diikutkan PLPG. Untuk yang jalur PSPL, bila dokumennya berstatus TMP (Tidak Memenuhi Persyaratan) maka langsung diikutkan PLPG (berbeda dengan tahun lalu yang diberi kesempatan menyusun PF).

Pelaksanaan PLPG masih sama dengan tahun lalu, diadakan selama 90 jam pertemuan (10 hari) dan diakhiri dengan Uji Kompetensi. Uji ulang PLPG bagi guru yang tidak lulus hanya diadakan sekali. Guru yang tidak lulus akan setelah mengikuti uji ulang dikembalikan ke Dinas Pendidikan setempat.

Buku 1 Sertifikasi Guru 2011 (Panduan Penetapan Peserta) bisa didownload di halaman Peraturan dan Panduan Sertifikasi Guru.

Khusus di PSG Rayon 15 UM, pelaksanaan PLPG direncanakan mulai bulan Juni 2011.

Sumber Asli : http://psg15.um.ac.id/?cat=1


Selengkapnya...

RSBI/SBI Lahir Tanpa Landasan yang Kuat

Persoalan tidak diterimanya rintisan sekolah bertaraf internasional/sekolah bertaraf internasional (RSBI/SBI) oleh masyarakat semakin memantapkan pandangan bahwa kebijakan pemerintah sampai saat ini tidak pernah disertai landasan berpikir yang kokoh. RSBI/SBI adalah satu contoh sebuah program yang tidak dipikirkan dengan matang.

"RSBI/SBI ini kan alasannya biar kita kelihatan bersaing dengan dunia internasional," tegas Direktur SMA Kanisius Romo E Baskoro kepada Kompas.com, Jumat (11/3/2011), terkait dihentikannya pemberian izin baru rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) mulai 2011 setelah didesak banyak pihak.

Akibat kuatnya desakan, saat ini pemerintah sedang mengevaluasi 1.329 SD, SMP, dan SMA/SMK berstatus RSBI yang izinnya diberikan pada 2006-2010. Evaluasi dilakukan sejak Agustus 2010.

"Landasan berpikirnya tidak ada, jadi kalau memang tidak siap tak usah diluncurkan. Selalu dikatakan demi menjawab UU Sisdiknas, nyatanya semua hanya coba-coba. Kita pun akhirnya curiga, buat apa uang dihabiskan untuk itu (RSBI), bahkan akhirnya kita berpikir lagi soal kastanisasi karena kok mahal sekali masuk RSBI," kata Baskoro.

Karnadi, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menambahkan, fokus pemerintah pada RSBI/SBI lebih banyak pada fisik. Sekolah RSBI/SBI hanya sebuah label, sementara sumber daya manusia yang sudah ada untuk mengolahnya tidak siap dan kurang disiapkan.

"Padahal, kalau fisik dan SDM-nya dibentuk dengan baik, produk yang dihasilkannya juga pasti bagus. SDM, terutama gurunya, bukan cuma berbahasa yang perlu disiapkan, tetapi skilnya perlu distandarkan. Saya pikir, kenapa sih bukan SDM gurunya yang diperbaiki, tidak perlu pakai stempel RSBI/SBI dululah," ujar Karnadi.

Karnadi mengungkapkan, jika sudah lebih dari tiga tahun dijalankan, kebijakan pemerintah meluncurkan RSBI/SBI seharusnya sudah selesai dievaluasi. Jika selama itu tidak ada hasilnya, seharusnya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mengevaluasi.

"Sekarang ini saya pikir faktor SDM yang terbaik untuk diperbaiki. Dorong sekolah untuk memiliki SDM yang baik dan melaksanakan sistem pendidikan di sekolah dengan jujur. Kalau SDM di semua sekolah sudah standar, saya yakin tidak ada masalah meski tanpa label RSBI/SBI," tandasnya.

Seperti diberitakan, pemerintah menghentikan pemberian izin baru RSBI mulai 2011. Pemerintah sedang mengevaluasi 1.329 SD, SMP, dan SMA/SMK berstatus RSBI yang izinnya diberikan pada 2006-2010.

"Ternyata sekolah bertaraf internasional tidak sederhana. Ini perjalanan panjang yang wajahnya sampai sekarang belum jelas. Karena itu, kami belum berani menyebut sekolah bertaraf internasional (SBI), tetapi masih rintisan SBI. Untuk itu, pemerintah menahan dulu pemberian izin baru RSBI," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam "Simposium Sistem RSBI/SBI: Kebijakan dan Pelaksanaan" yang dilaksanakan British Council di Jakarta, Rabu (9/3/2011).
Kompas.com, 11 Maret 2011
Disadur dari IGI (Ikatan Guru Indonesia)
http://www.klubguru.com/3-view.php?subaction=showfull&id=1299890014&archive=&start_from=&ucat=1&
Selengkapnya...

Tahun 2012, Guru Malas akan Kehilangan Tunjangan Sertifikasi

Tunjangan prestasi pendidikan sebesar satu kali gaji bagi para guru bersertifikasi akan dicabut, jika mereka tidak lolos evaluasi dua tahunan pada tahun 2012 dan 2014.


Peringatan ini disampaikan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur Salamun, Senin (7/2/2011). Tim penilai akan diketuai kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Kepala Dispendik harus membentuk tim penilai angka kredit, karya tulis ilmiah, dan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

Sembilan puluh persen bobot penilaian berasal dari pengembangan diri dan kompetensi individu. Sementara sepuluh persen sisanya unsur penunjang. Khusus bobot 90 persen ini bervariasi, antara lain penyusunan silabus, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, penulisan karya tulis ilmiah, pengembangan media belajar, ditambah proses pembelajaran aktif inovatif kreatif dan menyenangkan.

"Tapi banyak guru kita yang menyusun RPP, silabus, lebih banyak menggunakan contoh-contoh atau copy paste. Masih ada sekolah yang menyusun KTSP dari tahun ke tahun itu saja, tidak ada perunbahan, pengembangan. Seharusnya setiap tahun ada pengembangan program," kata Salamun.

LPMP ingin mengubah pola pikir dan perilaku guru. Acuannya, Inpres nomor 1 tahun 2010 tentang percepatan peningkatan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan diawali di sekolah-sekolah. "kalau tidak digerakkan, sekolah kita akan diam. Ini namanya revolusi pendidikan," kata Salamun.

Penilaian terhadap guru akan dilakukan dua tahun sekali. Dalam setahun, seorang guru harus mmemiliki tiga kredit poin atau senilai dengan 240 jam pelajaran. "Ini pilihan. Sekarang dia pilih mempertahankan TPP atau mau melepas. Kalau sekarang dia tak melakukan peningkatan kompetensi, maka tahun 2012 -2014, akan rontok TPP-nya," kata Salamun.

Salamun menyesalkan masih adanya guru yang memiliki apa yang disebutnya mindset blocked. Guru-guru ini merasa sudah bagus dan tidak perlu berubah.

Saat ini sudah ada enam kabupaten dan kota di Jatim yang sudah mendaftarkan para guru untuk mengikuti pelatihan di LPMP, yakni Sidoarjo, Jember, Tulungagung, Nganjuk, Gresik, dan Kota Malang.

Sumber : Beritajatim.com, 07 Februari 2011
Di sadur dari :
http://www.klubguru.com/3-view.php?subaction=showfull&id=1297129383&archive=&start_from=&ucat=1&

Selengkapnya...

UJIAN NASIONAL 2011 DIGELAR APRIL

Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) mengumumkan Ujian Nasional (UN) tahun 2011direncanakan digelar pada April, mundur satu bulan dari tahun iniyang diadakan pada Maret.

Untuk UN tingkat SMA, MA, SMALB dan SMK 2011 direncanakandilaksanakan pada 4 hingga 9 April. Sementara untuk ujian ulanganakan digelar pada 23-27 Mei. Sementara ujian utama tingkat SMP, MTSdan SMPLB dapat dilaksanakan pada 11-14 April dan ulangannya 23-24Mei.

Sedangkan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN)diselenggarakan pada Mei 2010, ujar Ketua BSNP Djemari Mardapi padaLokakarya UN di Jakarta, Jumat (15/10).

Menurut Mardapi, mundurnya jadwal satu bulan itu karena UN 2010untuk tingkat SMA dan MA digelar pada 22-26 Maret, SMK pada 22-25Maret dan SMALB 22-24 Maret. Sedangkan ujian susulannya pada 29Maret-5 April untuk tingkat SMA/MA dan 29 Maret-1 April untukSMK.

Ujian Nasional SMP/MTS/SMPLB tahun ini dilaksanakan pada 29Maret-1 April dan susulannya pada 5-8 April. Sedangkan ujianulangan untuk yang belum lulus di UN utama digelar pada 17-20Mei.

Djemari menambahkan, sambil menunggu tahun depan, UN akandisempurnakan. Seperti kriteria kelulusan untuk sekolah yang telahmencapai standar nasional pendidikan atau kategori mandiriditentukan oleh BSNP. Sementara untuk yang belum penuhi standarditentukan oleh masing-masing provinsi, jelasnya.

Penyelenggaran UN SMA,SMK dan MA, kata dia, BSNP mendelegasikanpelaksanaanya pada perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintahdengan dibantu oleh dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan MutuPendidikan (LPMP). Sedangkan untuk tingkat SMP dan MTS dilakukanoleh dinas pendidikan provinsi dan kota.

Penyempurnaan lainnya, yakni mengenai pencetakan bahan ujiannasional harus dilakukan oleh perusahaan yang memenuhi criteria dansebaiknya dilakukan pada rayon seperti rayon Sumatera, Jawa,Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur. Pencetakan bahan UNSMA,MA dan SMK dilakukan perguruan tinggi negeri, ungkapnya.
Pihaknya juga akan meniadakan tim pemantau independen yangbertugas memantau pelaksanaan UN untuk SMP dan MTS dan akandiserahkan pada dinas pendidikan dan kabupaten.

Djemari menegaskan,UN wajib dilaksanakan pada semua satuan pendidikan karena amanatdari PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan (Wamendiknas) FasliJalal dalam sambutannya menyatakan pemerintah memang perlu mencaribentuk yang ideal untuk pelaksanaan UN tahun depan.

Namun, semua stakeholder harus sadar bahwa tidak akan ada yang sempurna dalampenyelenggaraan UN, sehingga harus ada kompromi dari semuapihak.

Pengamat Pendidikan Arief Rachman berpendapat mutu pendidikan memang harus merata jika UN ingin dilakukan tahun depan. Kedua,pemerintah harus memposisikan UN dalam kerangka hukum yang kuat. Jangan sampai UN yang dilaksanakan secara nasional melanggar HAM,tidak adil dan efektif serta bertentangan dengan nilai pendidikan,jelasnya.
Arief juga menyatakan pemetaan mengenai kualitas pendidikan indonesia harus dilakukan secara benar dan akurat oleh pemerintah.(T.Ad/dry)

Sumber: http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/ujian-nasional-2011-digelar-april/





Selengkapnya...

Genderang Sertifikasi 2011 mulai ditabuh.

Penjaringan calon peserta sertifikasi 2011 sudah dimulai sejak awal. Daftar masing-masing Sekolah sudah masuk di kabupaten untuk menentukan siapa yang lebih dahulu mengikuti program SERTIFIKASI 2011.

Tahap awal adalah verifikasi data, bagi guru yang mungkin punya SK GTT yang belum dimasukan, silakan untuk dimasukkan /disusulkan, karena masa kerja dihitung mulai guru tersebut mengajar/GTT (Ketentuan dan syarat berlaku).

Anda para guru akan berfikir, apakah saya masuk peringkat/urutan terjaring sertifikasi tahun ini. Dinas Kabupaten Ponorogo tentu menentukan peserta ini dengan teliti berdasarkan data yang akurat masuk dari Sekolah masing-masing. (tahun 2010 kemarin dari sekitar 260 peserta yang sudah mengantongi nomor urut / masuk daftar (jenjang SMP) , hanya sekitar 160-an yang disertifikasi, semoga pada 2011 ini akan terjadi peningkatan kuota. sukur - sukur semua yang sudah dapet nomor antrian bisa diberangkatkan semua. amin.

Nah....supaya anda memiliki persiapan yang lebih awal untuk pemberkasan portofolio 2011, persiapkan segala sesuatu yang mendukung portofolio, belajar pada guru yang sudah sertifikasi pada taun-tahun yang lalu, pelajari bentuk dan model fortofolionya, tanpa harus menunggu daftar pengumuman. Ingat belajar mengetahui teknik penyusunan fortofolio merupakan salah satu modal kesiapan.

Informasi yang beredar untuk tahun 2011 kelulusan fortofolio agak diperketat, hal ini dikarenakan ada rumor yang beredar : “ternyata guru yang lolos fortofolio ternyata tidak lebih pinter dari yang ikut PLPG” semoga ungkapan ini tidak menciutkan nyali guru yang lolos fortofolio.

"Sertifikasi guru mutlak untuk dilakukan, karena selain diamanatkan dalam Undang-Undang, juga menjadi sarana peningkatan kualitas serta mutu pendidikan," ujarnya.
Karena itu, harus perlu terus ada perhatian yang serius dari seluruh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), baik negeri maupun swasta dalam menyelenggarakan sertifikasi guru.

Sekedar informasi pada tahun 2011 sebanyak 300.000 guru di seluruh Indoensia akan memperoleh sertifikasi hal ini terus terjadi penambahan rata-rata 100.000 guru setiap tahunya, hal ini berarti kuota perkabupaten juga akan bertambah, semoga untuk kabupaten kita demikian juga , kita tunggu aja perkembanganya. Matur suwun. Download buku 1 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi 2011 Download

posting by : admin / shaggil.com studio


Selengkapnya...

Kurikulum "titipan" "REPOT MEMBAWA NIKMAT"

Diakui, atau tidak sekarang musimnya kurikulum “titipan” ambil contoh saja misalnya pendidikan karakter, pendidikan lingkungan (PuP3B),IMTAQ, HAM, lalu lintas, KKN dan mungkin akan terus bertambah, seberapa muat kurikulum kita mendapat “titipan” (baca: integrasi) tersebut ?,

Sebenarnya tanpa “dititipi” , dalam praktek pembelajaran kita sebagai pengajar sekaligus pendidik sudah sering memasukkan nilai-nilai tersebut, tanpa harus diintegrasikan dalam kurikulum misalnya dalam hal karakter yang lebih banyak bicara masalah budi pekerti, juga mengenai lingkungan (pendidikan yang berwawasan lingkungan). Tapi kadang “yang punya kebijakan” atau yang “berkepentingan untuk membuat kebijakan” punya alasan tersendiri, sehingga integrasi adalah hal yang paling mudah untuk di implementasikan.

Materi-materi “titipan” tersebut, tentunya secara tidak langsung sudah sejak lama terdapat di dalam kurikulum atau materi di sekolah, hanya kita sebagai guru bagaimana memaksimalkan keberadaan materi tersebut. salah satu contohnyanya dalam bidang studi IPA.

Didalam pembelajaran IPA (contohnya), mungkin lebih membawa makna tersendiri bagi peserta didik karena mereka lebih dilibatkan langsung pada praktik di lapangan/lingkungan dan dapat mencari tahu serta menemukan sendiri fenomena-fenomena alam yang ada di lingkungan. Sehingga dalam hal ini pendidik tidak hanya memberi materi dari textbook saja tetapi dapat menghadirkan fenomena alam dalam kelas. Contoh lain, pendidik membawa alat-alat peraga yang berhubungan dengan tema yang akan dibahas sehingga peserta didik bisa lebih memahami materi yang disampaikan. Selain dengan menghadirkan langsung fenomena alam di dalam kelas, pembelajaran IPA dapat juga dilakukan dengan mengajak peserta didik langsung melakukan eksplorasi lingkungan ,bisa dalam bentuk pengenalan lingkungan sekitar misalnya saja pergi ke sawah. Di sawah peserta didik bisa mempelajari semua materi pelajaran yang ada. Misalnya, untuk mempelajari IPA bisa dikenalkan dengan cara perkembangbiakan tanaman.

Model pembelajaran lingkungan ini tidak hanya dengan model seperti di atas. Sekolah dengan media lingkungan terbatas dapat melakukannya dengan pemutaran film atau CD tentang lingkungan, membuat kliping bencana alam, mendaur ulang limbah rumah tangga. Namun yang paling penting, jika pendidik hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA, sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA, lingkungan, sosial dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Dengan mengaitkan serta mengaplikasikan pendidikan IPA ke materi-materi “titipan tersebut, diharapkan ada keterpaduan proses pembelajaran. Demikian juga untuk mata pelajaran yang lain seperti Agama, PKn, IPS dan lainya, apa itu tidak cukup ? mungkin itu lebih dari sekedar INTEGRASI. Hanya saja kita akui memang secara tertulis /administratif (Silabus, RPP dan perangkat pembelajaran yang lain) masih perlu dikondisikan. Gimana………wah.. kok malah tambah repot….ya ?….semoga saja …..”REPOT MEMBAWA NIKMAT”
by : mas prap's (admin blog)
Selengkapnya...

Pendidikan IPA dan Perkembanganya

Perkembangan IPA ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi yang berpengaruh dalam kehidupan di masyarakat. Oleh sebab itu pendidikan IPA sangat diperlukan, melalui pembelajaran IPA ini, diharapkan peserta didik dapat menggali pengetahuan melalui kerja ilmiah dan terus mengembangkan sikap ilmiah.


PENDAHULUAN
BAB I
IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan Teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, IPA memiliki peran yang sangat penting. Kemajuan IPTEK yang begitu pesat sangat mempengaruhi perkembangan dalam dunia pendidikan terutama pendidikan IPA di Indonesia dan negara-negara maju.
Pendidikan IPA telah berkembang di Negara-negara maju dan telah terbukti dengan adanya penemuan-penemuan baru yang terkait dengan teknologi. Akan tetapi di Indonesia sendiri belum mampu mengembangkannya. Pendidikn IPA di Indonesia belum mencapai standar yang diinginkan, padahal untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sains penting dan menjadi tolak ukur kemajuan bangsa.
Kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata plajaran IPA tidak begitu diminati dan kurang diperhatikan. Apalagi melihat kurangnya pendidik yang menerapkan konsep IPA. Permasalahan ini terlihat pada cara pembelajaran IPA serta kurikulum yang diberlakukan sesuai atau malah mempersulit pihak sekolah dan siswa didik, masalah yang dihadapi oleh pendidikan IPA sendiri berupa materi atau kurikulum, guru, fasilitas, peralatan siswa dan komunikasi antara siswa dan guru.
Oleh sebab itu untuk memperbaiki pendidikan IPA di SMP diperlukan pembenahan kurikulum dan pengajaran yang tepat dalam pendidikan IPA. Masalah ini juga yang mendasasri adanya kurikulum yang di sempurnakan (KYD) yang saat ini sedang di kembangkan di sekolah-sekolah, yaitu KTSP.
Dalam makalah ini penulis akan menyajikan tentang pengertian pendidikan IPA dan perkembangannya sehingga menyebabkan adanya perubahan kurikulum yang disempurnakan. Diharapkan setelah adanya penyempurnaan kurikulum maka pendidikan IPA dapat diajarkan sesuai dengan konsepnya serta dapat dikembangka dala dunia tekologi. Pendidikan IPA terpadu yang diterapkan di SMP dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang mampu berpikir logis, kreatif dan kritis dalam menanggapi isu teknologi di masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
1. A. Pengertian Pendidikan IPA
Pendidikan IPA merupakan disiplin ilmu yang didalamnya terkait dengan ilmu pendidikan dan IPA itu sendiri. Sebelum mengetahui lebih jelas mengenai pendidikan IPA serta ruang lingkupnya, IPA memiliki dua pengertian yaitu dari segi pendidikan dan IPA itu sendiri.
1. Pengertian Pendidikan
Pendidikan menurut Siswoyo (2007: 21) merupakan “proses sepanjang hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan dan cara komitmen manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social, serta sebagai makhluk Tuhan”.
Sugiharto (2007: 3) menyatakan bahwa “pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan”.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu proses sadar dan terencana dari setiap individu maupun kelompok untuk membentuk pribadi yang baik dan mengembangkan potensi yang ada dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan yang diharapkan.
Dari definisi di atas dapat dikatakan bahwapendidikan tidak hanya menitik beratkan pada pengembangan pola piker saja, namun juga untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada diri seseorang. Jadi pendidikan menyangkut semua aspek pada kepribadian seseorang untuk membuat seseorang tersebut menjadi lebih baik.
2. Pengertian IPA
IPA sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains menurut Suyoso (1998:23) merupakan “pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara universal”.
Menurut Abdullah (1998:18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.
Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan.
Dalam pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait dengan objek alam serta persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada apek Fisika IPA lebih memfokuskan pada benda-benda tak hidup. Pada sapek Biologi IPA mengkaji pada persoalan yang terkait dengan makhluk hidup serta lingfkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam.
Dari uraian di atas mengenai pengertian pendidikan dan IPA maka pendidikan IPA merupakan penerapan dalam pendidikan dan IPA untuk tujuan pembelajaran termasuk pembelajaran di SMP.
Pendidikan IPA menurut Tohari (1978:3) merupakan “usaha untuk menggunakan tingkah laku siswa hingga siswa memahami proses-proses IPA, memiliki nilai-nilai dan sikap yang baik terhadap IPA serta menguasi materi IPA berupa fakta, konsep, prinsip, hokum dan teori IPA”.
Pendidikan IPA menurut Sumaji (1998:46) merupakan “suatu ilmu pegetahuan social yang merupakan disiplin ilmu bukan bersifat teoritis melainkan gabungan (kombinasi) antara disiplin ilmu yang bersifat produktif”.
Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu usha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejala-gejala alam dengan menerapkan langkah-langkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau tingkah laku siswa sehingga siswa dapat memahami proses IPA dan dapat dikembangkan di masyarakat.
Pendidika IPA menjadi suatu bidang ilmu yang memiliki tujuan agar setiap siswa terutama yang ada di SMP memiliki kepribadian yang baik dan dapat menerapkan sikap ilmiah serta dapat mengembangkan potensi yang ada di alam untuk dijadikan sebagai sumber ilmu dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian pendidikan IPA bukan hanya sekedar teori akan tetapi dalam setiap bentuk pengajarannya lebih ditekankan pada bukti dan kegunaan ilmu tersebut. Bukan berarti teori-teori terdahulu tidak digunakan, ilmu tersebut akan terus digunakan sampai menemukan ilmu dan teori baru. Teori lama digunakan sebagai pembuktian dan penyempurnaan ilmu-ilmu alam yang baru. Hanya saja teori tersebut bukan untuk dihapal namun di terapkan sebagai tujuan proses pembelajaran. Melihat hal tersebut di atas nampaknya pendidikan IPA saat ini belum dapat menerapkannya.
Perlu adanya usaha yang dilakukan agar pendidikan IPA yang ada sekarang ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai, karena kita tahu bahwa pendidikan IPA tidak hanya pada teori-teori yang ada namun juga menyangkut pada kepribadian dan sikap ilmiah dari peserta didik. Untuk itu maka kepribadian dan sikap ilmiah perlu ditumbuhkan agar menjadi manusia yang sesuai dari tujuan pendidikan.
1. B. Perkembangan Pendidikan IPA
Pemberian pendidikan IPA di sekolah menengah bertujuan agar siswa paham dan menguasai konsep alam. pembelajaran ini juga bertujuan agar siswa dapat menggunakan metode ilmiah untuk menyelesaikan persoalan alam tersebut.
Pendidikan IPA atau IPA itu sendiri memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas yang mepunyai pemikiran kritis dan ilmiah dalam menanggapi isu di masyarakat. Perkembangan IPA ini dapat menyesuaikan dengan era teknologi informasi yang saat ini tengah hangat di bicarakan dalam dunia pendidikan.
Menyadari hal ini maka pendidikan IPA perlu mendapat perhatian, sehingga dapat dilakukan suatu usaha yang di sebut modernisasi. Modernisasi sendiri merupakan proses pergeseran sikap, cara berpikir dan bertindak sesuai dengan tuntunan zaman. Dengan demikian modernisasi pendidikan IPA memiliki upaya untuk mengubah system menjadi lebih modern dan akan terus berjalan dinamis.
Modernisasi dalam pendidikan IPA meliputi dua hal yaitu materi IPA dan matematika, serta system penyampaian. Modernisasi pendidikan IPA telah berkembang di Negara-negara maju seperti Amerika, namun untuk Indonesia sendiri belum nampak perkembangannya
Modernisasi yang dilakukan di Indonesia terkait dengan adanya perubahan kurikulum yang dominant terlihat pada kurikulum 1975, kurikulum ini berpengaruh pada kurikulum 1984 dan 1994. selanjutnya berubah menjadi Kurikulum 2004 yang biasa dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sampai akhirnya sekarang telah disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
1. Perkembangan Kurikulum
Kurikulum sendiri memiliki pengertian sebagaimana dalam UU SPN No 20 Tahun 2003 pada bab I pasal I (Muhammad. Joko,2007:82) yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Kurikulum dimulai sejak adanya kurikulum 1975 yang berpengaruh pada kurikulum 1984 dan 1994.
a. Kurikulum 1975
Pendidikan di Indonesia sudah dimulai sejak proklamasi kemerdekaan atau tepatnya tanggal 17 agusyus 1945. sejak saat itu telah terjadi beberapa kali pembaharuan kurikulum mulai dari yingkat sekolah dasar hingga menengah. Pembaharuan kurikulm tersebut dilakukan untukmembuat pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, menurut Jasin (1987), sudah dilakukan lima kali pembaharuan kurikulum. Pembaharuan tersebut adalah:
v Pembaharuan pertamakali dilakukan pada tahun 1947. Pembaharuan tersebut dilakukan untuk mengganti seluruh sistem pendidikan kolonial Belanda yang sebelumnya telah dicanangkan di Indonesia. Pembaharuan ini sangat didukung dengan masih adanya semangat revolusi nasional dan semangat proklamasi kemerdekaan yang masih menyala-nyala. Pembaharuan yang pertama atau disebut dengan rencanapelajaran 1947 ini menekankan pada pembentukan karakter manusia.
v Pembaharuan yang kedua terjadi dengan keluarnya rencana pendidikan 1964. Pembaharuan kurikulum ini didasarkan pada usaha untuk mengejar ketertinggalan pendidikan di Indonesia di bidang ilmu alam (science) dan matematika.
v Pembaharuan yang ketiga terjadi karena dikeluarkannya kurikulum 1968. Pembaharuan ini terjadi bersamaan dengan beralihnya sistem pemerintahan dari orde lama ke orde baru. Keadaan tersebut menuntut adanya pembaharuan dalam segala aspek kehidupan yang salah satunya adalah pendidikan.
v Pembaharuan yang keempat terjadi seiring dengan diterbitkannya kurikulum 1975/1976/1977. Kurikulum ini ditandai dengan adanya usha yang sistematis dalam penyusunan kurikulum tersebut. Bahan-bahan yang bersifat empiris dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum ini.
b. Kurikulum 1984
Kurikulum ini manggantikan kurikulum 1975 yang didasarkan pada surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0461/U/1983 tentang perbaikan kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan kerja industri pada masa itu.
c. Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 berisi tentang kewenangan pengembangan yang seluruhnya beada ditanagn pusat dan daerah sehingga sekolah tidak begitu terlibat, kemudian tidak terjadi penataan materi, jam pelajaran serta struktur program siswa hanya dianggap sebagai siswa yang harus menerima semua materi dan tanpa mem[praktekannya. Pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dan ketrampilan hanya dikembangkan melalui latihan soal. Mulyasa (Muhammad Joko,2007:102-104).
Dari uraian di atas erlihat bahwa kurikulum ini tidak atau kurang mengena pada siswa untuk pendidikan IPA, mengingat bahwa pendidikan IPA tidak sekedar mengajarkan konsep namun membutuhkan proses ketrampilan. Sebagai contoh meneliti, mengalami danmembuat rancangan prosedur sehingga kurikulum ini dirasa kurang baik dan akhirnya terjadi perubahan kurikulum yang disebut KBK.
d. Kurikulum 2004 (KBK)
KBK tidak ditetapka dalam UU atau Peraturan Pemerintah. Alasan dirubahnya kurikulum 1994 menjadi KBK karena mutu pendidikan di Indonesia yang kurang baik dan banyak siswa yang tidak menerapkan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan, selain itu mereka dituntut untuk menghapal materi tanpa memahaminya sehingga apa yang telah di ujikan maka materi itu akan dengan mudah lupa.
Oleh karena itu dengan dirubahnya kurikulum 1994 menjadi KBK diharapkan dapat menekankan kurikulum pada kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai siswa dalam menyelesaikan pembelajaran. Menurut Paul (2007:43) kompetensi merupakan “kemampuan yang dapat berupa keterampilan, nilai hidup siswa yang mempengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak”.
Secara umum KBK memiliki enam karakteristik menurut Muhammad joko (2007:102) yaitu: “(1) system belajar dengan modul,(2) menggunakan keseluruhan sumber belajar, (3) pengalaman lapangan, (4) strategi individual personal, (5) kemudahan belajar dan (6) belajar tuntas”.
Dalam kurikulum KBK ini sekolah dimberi keleluasaan dalam menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran sehingga dapat mengakomodasi potensi sekolah, kebutuhan dan kemampuan peserta didik serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah. Di samping itu kurikulum ini juga menuntut siswa untuk aktif dan diharapkan lulusan dari tingkat SMP siswa dapat berpikir logis, kritis dan inovatif serta dapat memecahkan masalah sesuai metode ilmiah.
e. Kurikulum 2006 (KTSP)
KTSP (kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum yang di sempurnakan dari kurikulum 2004 (KBK). Kurikulum ini disusun oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah. Prinsipnya hamper sama dengan KBK. KTSP diberlakukan mulai tahun 2006/2007. Dalam kurikulum ini pemerintah hanya sebagai pengembang kompetensi sebagai standar isi dan kelulusan. Selanjutnya sekolah bebas menyusun kurikulum sesuai dengan keadaan sekolah dan siswa didik.
KTSP disusun dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam UU republic Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional dan permen No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam KTSP pendekatan balajar berbasis kompetensi dan terjadi penataan materi, jam belajar dan struktur program. (Muhammad Joko, 2007:102).
Perubahan urikulum harus beranjak pada kompetensi yang berdasar pada kebutuhan dimasyarakat. Harapannya dengan kurikulum terakhir yang lebih dikenal dengan KTSP lebih mudah diterapkan karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswa. Keberhasilan pendidikan akan tergantung pada sekolah dan guru yang menerapkan kurikulum tersebut. Harapannya dapat meningkatkankualitas SDM.
2. Kurikulum IPA di Indonesia
Melihat dari kurikulum di atas maka kurikulum Pendidikan IPA di SMP telah dirancang sebagai pembelajaran yang berdimensi kompetensi karena IPA sangat penting sebagai Ilmu Pengetahuan dan untuk mengembangkan teknologi.
Kurikulum sebelum KTSP IPA di SMP diajarkan dengan memisahkan mata pelajaranm kedalam tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Dalam hal ini ketiga mata pelajaran ini hanya mencakup pada aspek IPA tanpa teknologi dan masyarakat. Padahal tujuan dari pembelajaran IPA buakn hanya pada konsep tetapi ketrampilan proses agar dapat berpikir ilmiah, rasional dan kritis.
Sesuai dengan adanya isi materi yang kurang mengena pada teknologi maka ketiga aspek tersebut dirangkum dalam satu mata pelajaran yaitu pendidikan IPA terpadu yang saat ini telah diterapkan dalam kurikulum KTSP.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Pendidikan IPA merupakan disiplin ilmu yang di dalamnya terkait antara pendidikan dengan IPA. Pendidikan merupakan suatu proses sadar dan terencana dari setiap individu maupun kelompok untuk membentuk pribadi yang baik dalam mengembangkan potensi yang ada dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan hidup yang diharapkan. IPA sendiri merupakanpengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang dipeoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah yang didapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus disempurnakan.
Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejala-gejala alam dengan meerapkan langkah-langkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau tingkah laku siswa sehingga siswa dapat memehami proses IPA yang kemudian dapat dikembangkan di masyarakat.
Pendidikan IPA di SMP memiliki tujuan agar peserta didik dapat mempelajari diri sendiri dan alam sekitar yang kemudian dapat dikembangkan menjadi suatu ilmu yang baru.
Perkembangan IPA ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi yang berpengaruh dalam kehidupan di masyarakat. Oleh sebab itu pendidikan IPA sangat diperlukan, melalui pembelajaran IPA ini, diharapkan peserta didik dapat menggali pengetahuan melalui kerja ilmiah dan terus mengembangkan sikap ilmiah.
B. Saran
Dengan adanya kurikulum yang disempurnakan, diharapkan pendidikan IPA di SMP menjadi lebih baik dan sesuai dengan kurikulum, terutama dalam pelaksanaannya.
DAFTAR PUSTAKA
- Abdullah Aly & Eny Rahma. (1998). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
- Dwi Siswoyo, dkk. (2007). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta. UNY Press
- Djohar.(1990).Pendidikan Sains.Yogyakarta:FMIPA UNY
- Hermana Soemantri. (1993). Perekayasaan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah Berdasarkan Undang- Undang Nomor 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pengembangan dan penilaian). Bandung: Angkasa. Mulyasa. (2006). Kurikulum yang Disempurnakan: Pengambangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: PT Remaja Rasdakarya
- Masnur Muslich. (2007). KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:PT Bumi Aksara
- Muhammad Joko Susilo. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
- Mulyasa. (2006). Kurikulum yang Disempurnakan: Pengambangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: PT Remaja Rasdakarya
- Mulyasa. (2006). Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Remaja Rasdakarya
- Moh. Amien. (1984). Hakekat Science. Yogyakarta: IKIP
- Paul Suparno. (2007). Kajian dan Pengantar Kurikulum IPA SMP & MTS. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma
- Sugiharto, Kartika N.F. Farida Harahap. dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta. UNY Press
- Sumaji, Soehakso, Mangun Wijaya, dkk. (1998). Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisus
- Suyoso, Suharto dan Sujoko. (1998). Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakart: IKIP
- Thohari Mustamar. (1978). Program Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta
Disadur dari zaifbio | Belajar Dan Pembelajaran |
http://zaifbio.wordpress.com/2010/04/29/pengertian-pendidikan-ipa-dan-perkembangannya/
Selengkapnya...


Konsultasi Kesehatan

KOMENTAR

PENGUNJUNG

Link

ADMIN

ALAMAT EMAIL MGMP

mgmp_ipa_ponorogo@yahoo.com
 
MGMP IPA PONOROGO © 2006 All right reserved │ Design By Mas Prap's Shaggil.Com.Studio's